Kategori 10
People Analytics & HR Metrics
Istilah seputar metrik dan formula pengukuran yang digunakan HR untuk mengevaluasi efektivitas program dan kondisi tenaga kerja secara terukur.
Turnover Rate
Persentase karyawan yang keluar dari perusahaan, baik secara sukarela maupun tidak, dalam periode tertentu.
Contoh PerhitunganPerusahaan dengan 200 karyawan kehilangan 20 karyawan dalam setahun, sehingga turnover rate tahunannya adalah 10%.
Retention Rate
Persentase karyawan yang tetap bekerja di perusahaan dalam periode tertentu.
Contoh PerhitunganDari 200 karyawan di awal tahun, 180 masih bertahan di akhir tahun, sehingga retention rate-nya 90%.
Attrition Rate
Persentase pengurangan karyawan secara alami (resign, pensiun, kontrak berakhir) tanpa mempertimbangkan alasan spesifik seperti PHK.
Contoh PerhitunganAttrition rate divisi Produksi tercatat 8% tahun ini, lebih tinggi dibanding rata-rata perusahaan sebesar 5%.
Time to Hire
Lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi suatu posisi, terhitung sejak proses seleksi dimulai hingga kandidat menerima offering.
Contoh PerhitunganPosisi Data Analyst membutuhkan time to hire selama 35 hari, sedikit di atas target SLA perusahaan yaitu 30 hari.
Cost per Hire
Total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk merekrut satu karyawan, mencakup biaya iklan, agency, dan waktu tim rekrutmen.
Contoh PerhitunganTotal biaya rekrutmen kuartal ini Rp50.000.000 untuk 10 posisi terisi, sehingga cost per hire rata-rata Rp5.000.000.
Offer Acceptance Rate
Persentase kandidat yang menerima penawaran kerja dari total penawaran yang diberikan.
Contoh PerhitunganDari 20 offering yang dikirim bulan ini, 18 diterima kandidat, sehingga offer acceptance rate-nya 90%.
Vacancy Rate
Persentase posisi yang masih kosong dibandingkan total posisi yang tersedia dalam struktur organisasi.
Contoh PerhitunganDari 50 posisi yang seharusnya terisi di divisi Operasional, 5 masih kosong, sehingga vacancy rate-nya 10%.
Quality of Hire
Indikator yang mengukur seberapa baik kinerja karyawan baru dibandingkan ekspektasi, biasanya dinilai melalui performance review pada bulan-bulan awal.
Implementasi PraktisHR mengevaluasi quality of hire dengan membandingkan rating performance review 90 hari pertama karyawan baru terhadap target yang ditetapkan.
Flight Risk
Indikator yang menunjukkan kemungkinan seorang karyawan akan resign dalam waktu dekat, biasanya diprediksi dari pola data seperti engagement rendah atau tidak ada promosi dalam waktu lama.
Implementasi PraktisHR mengidentifikasi tiga karyawan berkinerja tinggi sebagai flight risk setelah skor engagement mereka menurun drastis dalam survei terakhir.
Employee Net Promoter Score (eNPS)
Skor yang mengukur seberapa besar kemungkinan karyawan merekomendasikan perusahaannya sebagai tempat kerja kepada orang lain.
Contoh PerhitunganeNPS dihitung dari persentase Promoter dikurangi persentase Detractor; hasil +32 menunjukkan mayoritas karyawan cenderung merekomendasikan perusahaan.
Absenteeism Rate
Persentase ketidakhadiran karyawan tanpa keterangan dibandingkan total hari kerja dalam periode tertentu.
Contoh PerhitunganDari 22 hari kerja dalam sebulan, seorang karyawan absen tanpa keterangan dua hari, sehingga absenteeism rate individunya sekitar 9%.
Span of Control
Jumlah bawahan langsung yang berada di bawah tanggung jawab satu atasan.
Contoh PerhitunganSeorang Manager membawahi delapan Staff secara langsung, sehingga span of control-nya adalah delapan.