Kategori 9
Diversity, Equity, Inclusion & Employee Experience
Istilah seputar keberagaman dan kesetaraan di tempat kerja, serta pengalaman dan kesejahteraan karyawan sepanjang perjalanan bekerja.
Diversity
Keberagaman karakteristik individu dalam organisasi, seperti gender, usia, latar belakang budaya, dan kemampuan.
Implementasi PraktisPerusahaan menetapkan target keterwakilan gender yang seimbang dalam proses rekrutmen posisi manajerial.
Inclusion
Praktik menciptakan lingkungan kerja di mana setiap individu merasa dihargai, didengar, dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi.
Implementasi PraktisRapat tim dirancang agar seluruh anggota, termasuk yang bekerja remote, memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat.
Belonging
Perasaan diterima dan menjadi bagian yang utuh dari suatu kelompok atau organisasi.
Implementasi PraktisProgram onboarding dirancang untuk membangun rasa belonging karyawan baru sejak minggu pertama bekerja.
Equal Pay
Prinsip memberikan kompensasi yang setara untuk pekerjaan dengan nilai dan tanggung jawab yang sama, tanpa membedakan gender atau latar belakang lain.
Implementasi PraktisHR melakukan audit gaji untuk memastikan tidak ada kesenjangan upah antara karyawan pria dan wanita pada posisi yang setara.
Harassment
Perilaku tidak pantas yang bersifat merendahkan, mengintimidasi, atau melecehkan seseorang di lingkungan kerja.
Implementasi PraktisPerusahaan menyediakan kanal pelaporan rahasia bagi karyawan yang mengalami harassment dari rekan kerja maupun atasan.
Duty of Care
Kewajiban hukum dan moral perusahaan untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan karyawan selama bekerja.
Implementasi PraktisPerusahaan menyediakan asuransi perjalanan dan protokol keselamatan bagi karyawan yang melakukan perjalanan dinas ke daerah berisiko.
Employee Journey
Keseluruhan perjalanan yang dilalui karyawan sejak mengenal perusahaan sebagai kandidat hingga setelah meninggalkan perusahaan.
Implementasi PraktisHR memetakan employee journey untuk mengidentifikasi titik-titik pengalaman yang perlu diperbaiki.
Touchpoints
Titik interaksi spesifik antara karyawan dengan perusahaan yang membentuk persepsi mereka terhadap pengalaman kerja.
Implementasi PraktisHari pertama kerja menjadi salah satu touchpoints paling krusial dalam membentuk kesan awal karyawan baru.
Burnout
Kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental akibat stres kerja berkepanjangan.
Implementasi PraktisHR mendeteksi tanda-tanda burnout pada tim yang bekerja lembur terus-menerus selama tiga bulan proyek besar.
Fringe Benefits
Tunjangan tambahan di luar gaji pokok yang diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.
Implementasi PraktisPerusahaan menawarkan fringe benefits berupa keanggotaan gym dan voucher kesehatan mental sebagai bagian dari paket kompensasi.
Remote Work
Sistem kerja yang memungkinkan karyawan bekerja dari lokasi di luar kantor, baik sepenuhnya maupun sebagian waktu.
Implementasi PraktisPerusahaan menerapkan kebijakan remote work dua hari dalam seminggu untuk seluruh karyawan non-operasional.
Stay Interview
Wawancara yang dilakukan kepada karyawan yang masih bekerja untuk memahami alasan mereka bertahan dan mengidentifikasi potensi risiko keluar.
Implementasi PraktisManajer melakukan stay interview dengan karyawan berkinerja tinggi untuk memahami apa yang membuat mereka betah, sebelum masalah retensi muncul.
Recognition
Bentuk apresiasi terhadap kontribusi atau perilaku positif karyawan, dapat bersifat finansial maupun nonfinansial.
Implementasi PraktisPerusahaan memberikan penghargaan Employee of the Month sebagai bentuk recognition atas kontribusi luar biasa karyawan.
Buddy Program
Program yang menugaskan karyawan berpengalaman untuk mendampingi karyawan baru selama masa adaptasi.
Implementasi PraktisSetiap karyawan baru dipasangkan dengan buddy dari tim yang sama untuk membantu adaptasi di minggu-minggu awal.
Pulse Survey
Survei singkat yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi dan perasaan karyawan secara cepat.
Implementasi PraktisHR mengirimkan pulse survey setiap bulan untuk memantau tingkat kepuasan karyawan terhadap perubahan kebijakan kerja hybrid.